Gempa Di Jepang Tak Terdeteksi Teknologi


Jepang di guncang gempa lagi, Jumat siang, pukul 14.46 waktu setempat. Guncangan berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) yang diikuti gempa susulan berkekuatan 7,4 SR itu berpusat di 130 km sebelah timur Sendai, Honshu, atau 373km tenggara Tokyo pada kedalaman 24km. Gempa mengakibatkan tsunami yang menyapu kawasan pesisir Timur Laut negeri itu, khususnya yang berada dekat dengan episentrum. Gempa juga menghancurkan sejumlah bangunan. Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang, gempa yang terjadi merupakan terdahsyat dalam kurun 140 tahun terakhir. Skalanya melampaui gempa besar di Kanto, Honshu, 1 September 1923. Saat itu, gempa yang membunuh sedikitnya 140 ribu warga di kawasan Tokyo hanya berkekuatan 7,9 SR.

Gempa sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu mendeteksi kapan terjadinya. Hanya Yang Maha Kuasa yang mengetahuinya. Jepang merupakan negara tercanggih dan termodern teknologinya tapi tetap masih belum bisa mendeteksi terjadinya gempa. Tsunami bisa di prediksi karena tsunami terjadi setelah terjadinya gempa bumi. Tsunami Jepang karena gempa kali ini mampu mencapai banyak negara termasuk Indonesia dan negara-negara lainnya seperti Philipina, Selandia Baru, China, Taiwan, Rusia dan Amerika.

Jadi kita sebagai manusia harus disadarkan kembali untuk tetap ingat dan bertaqwa kepada Allah SWT dan jangan merasa sombong dengan kemampuan otak manusia. Karena semua itu tidak akan ada gunanya jika Sang Pencipta berkehendak. Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang di Jepang tetap tabah dan menerima dengan ikhlas cobaan ini dan diberi kekuatan untuk terus meneruskan hidup dengan penuh semangat.