Mitologi pedang kusanagi

Kusanagi atau Kusanagi-no-Tsurugi (Pedang Kusanagi) sebenarnya mempunyai asal dari mitos Jepang. Legenda, dewa Jepang Susa-no-o telah bertemu dengan Ashinazuchi, kepala keluarga dengan delapan anak perempuan. Ashinazuchi sebelumnya kehilangan tujuh putrinya dimakan oleh raksasa berkepala delapan ular disebut Yamata-no-Orochi. Ular itu datang kembali ke pesta di putri terakhir, Kushinade-hime. Ashinazuchi yang putus asa memohon Susa-no-o untuk menyelamatkan putrinya yang disepakati dalam pertukaran Kushinade-hime untuk menikahinya.

Susa-no-o menyusun rencana dan menginstruksikan Ashinazuchi untuk mempersiapkan delapan tong sake, masing-masing ditempatkan secara terpisah di balik dinding dengan delapan gerbang. Ular raksasa datang dan membawa umpan, merayap masing-masing delapan kepala melalui setiap gerbang. Dalam sebuah contoh, Susa-no-o muncul dan mengeraskan semua delapan kepala sebelum berpaling ke ekor ular. Susa-no-o kemudian menemukan sebuah pedang di dalam Yamata-no-Orochi yang disembelih tubuh nya dan bernama Ama-no-Murakumo-no-Tsurugi atau “Sword of the Gathering Heaven Clouds”. Dia kemudian menyerahkan pedang kepada dewi Amaterasu untuk menyelesaikan keluhan tersebut. Nama pedang kemudian berubah menjadi Kusanagi-no-Tsurugi.